20/07/2021

Aku sudah melewati banyak hal sampai hari ini
Tawa dan tangis akan selalu sama sampai kapanpun
Namun, rasa syukur akan selalu aku panjatkan ketika ingat
Walaupun, aku akan selalu belajar untuk mengingat

Terkadang aku merasa sedih akan masa depan nanti
Nilai yang aku punya terkadang tidak sebanding dengan dunia di depan sana
Dan aku merasa bingung untuk memulai melangkah
Melangkah untuk keluar dan melihat semesta bekerja dengan cepat

Bahwa sejujurnya, aku belum sepenuhnya mengenal diri sendiri..
—-

Terkadang aku juga merasa sedih saat mengingat masa lalu
Selalu berpikir bahwa semua yang telah terjadi adalah hal terburuk
Segala yang berlalu dahulu masih terasa samar
Aku selalu berusaha damaikan sejak tersadar

Dan walaupun aku tersadar. tersadar karena telah di selamatkan oleh semesta
Semesta yang terkadang aku abaikan dan aku duakan..

Akhirnya, ini bukan akhir dari segala kesimpulan hidupku
Karena hidupku akan terus berlanjut dengan gelombang ombak yang bersautan dan angin yang saling mencabik

Akankan aku memilih untuk terus terombang ambing atau berusaha untuk mencapai suatu pulau?

2020|| Tulisan Bersambung

Tidak ada tahun yang lebih berkesan dari tahun 2020 ini. Pasti banyak orang di luar sana juga merasakan hal yang sama, carut maut kehidupan tahun 2020 bisa dikatakan sangat berdampak pada banyak orang. Tiap kesedihan dan kebahagian memang akan selalu ada tiap tahunnya, tetapi tidak bisa di ganggu lagi tahun 2020 ini adalah tahun yang banyak kesedihan. Menjadi sebuah renungan sejenak bagiku atas segala yang telah terjadi.

Awal tahun 2020 seluruh dunia sudah digemparkan oleh sebuah wabah, wabah tersebut bernama Covid-19 yang katanya berasal dari China. Pada bulan Februari wabah ini sudah mulai masuk ke Indonesia, kasus pertama ada 3 orang, WNI yang berada di China dipulangkan, menteri kesehatan yang mengatakan bahwa Indonesia tidak akan terkena, kabar simpang siur terkait obat, kebanyakan public figure mencanangkan jargon #dirumahaja#stayathome dsb, pemerintah mewajibkan protokol kesehatan dengan jargon ‘3M’, adanya demo tentang Omnibus law, hingga sampai awal tahun 2021 terkait polemik vaksinasi, jatuhnya pesawat sriwijaya air SJ182, meninggalnya para ulama salah satunya Syeikh Ali Jaber.

Tulisan ini mulai dilanjut oleh penulis yang sedang mengalami masa quarter life crisis. Harusnya tulisan ini bisa dipublikasikan pada bulan Januari 2021 tetapi sampai paragraf ini ditulis, bulan sudah berganti menjadi bulan April minggu ke-3. Nyatanya memang sudah 2 bulan lebih tulisan ini berdebu. Anyways, kalau kata orang-orang bijak~ setidaknya tidak apa-apa terlambat daripada tidak sama sekali. ehe

Ok, akan penulis lanjutkan.

Topik diatas sedang membicarakan perkembangan a.k.a carut maut kehidupan di tahun 2020 sampai bulan Januari 2021 katanya. Dengan begitu, penulis akan melanjutkan cerita yang sudah 2 bulan ini berlalu saja yaa..

Bulan Februari 2021 banyak terjadi bencana, dari mulai gempa bumi, tanah longsor, dan lebih sering banjir bandang. Tak heran memang banjir yang mendominasi di bulan ini, karena curah hujan yang terjadi sangat tinggi. NTB dengan gempanya, Kalimantan dan Sulawesi dengan banjir dan banjir bandangnya, Jawa barat dengan tanah longsornya. Dan tentunya dengan kabar perkembangan Corona~ Oiya, kalau tidak salah di bulan ini ataupun bulan sebelumnya ada alat bernama Gnose’ buatan para dosen UGM yang digunakan sebagai wahana pendeteksi virus Corona.

Bulan Maret 2021, bulan ini akan sama saja seperti bulan sebelumnya. Perkembangan virus Corona yang meningkat, Berbagai varian virus terus ditemukan, dan bulan ini penulis banyak melihat pamflet-pamflet donasi bertebaran. Dari donasi orang yang terkena penyakit, donasi bencana alam, donasi ekonomi orang-orang kecil yang terkena dampak covid-19 dan lain sebagainya.

Bulan April 2021, bulan ini adalah bulan yang sangat di nantikan oleh sebagian orang. Pada minggu ke-2 bulan ini, bertepatan dengan bulan Ramadan. Saat penulis menulis paragraf ini, bertepatan hari ke-11. Kalau ditanya bagaimana suasana ramadan kali ini, jawabannya akan sama se p erti tahun 2020. Ramadan kali ini tidak seperti suasana ramadan. Walaupun begitu sekarang sudah banyak telihat orang yang saling membantu sesama.. Yaa, pada akhirnya kita akan terus berubah sesuai keadaan dan kita akan selalu dituntut untuk semua hal di masa depan.

Akhir paragraf dari penulis.
Ini tulisan, tidak akan menjadi akhir. Tetapi tulisan ini akan terus berlanjut dengan judul Tulisan Bersambung, artinya tulisan ini akan penulis teruskan sampai waktu yang belum ditentukan. Berisi tentang carut maut kehidupan tahun 2021 dari pandangan penulis ketahui di setiap bulannya, tentunya dengan tata bahasa yang juga masih carut maut dari seorang yang baru beranjak usia 20 tahun ini. Sekian, kabar carut maut yang bisa di sampaikan saat ini. Doakan penulis rajin menulis cerita lainnya yaa.. Have nice day!

Jogja, 22:42

Note#1

Perjalanan telah dimulai…
Tapak kaki yang menelusuri jalan setapak tanpa ada keraguan..
Gulatan bola mata yang semakin membidik kepastian telah pudar..

Selamat datang atas pertimbangan diri..
Selamat datang atas ketetapan hati..
Selamat datang atas jalan yang lurus kepada-Nya..

Dewasalah selalu, salurkan apa yang harus disalurkan..
Tidak ada beban dan kerapuhan..

Cintailah apa yang manusia cintai..
Berkembanglah, seperti bunga-bunga pada sore hari yang terguyur hujan..
Segar, mempesona, dan selalu siap menatap masa depan.

01 Juni 2018
Oleh Note yang Tertinggal